Banda Aceh — Pengurus Wilayah Asosiasi Pelatih Pendidikan anak Usia Dini (PW APPAUDI) Aceh menggelar program ShareAPP dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) APPAUDI ke-12. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Mengenal Lebih Dekat BCCT (Beyond Center and Circle Time) Metode Sentra”.
Kegiatan berlangsung di PAUD Intan Payong, Peuniti, Banda Aceh, Sabtu (19/9/2026), dan diikuti puluhan guru PAUD dari Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.
Program berbagi ilmu dan pengalaman tersebut menjadi ruang bagi para pendidik PAUD untuk memperdalam pemahaman mengenai metode pembelajaran sentra atau BCCT yang menempatkan pengalaman belajar anak sebagai bagian penting dalam proses tumbuh kembangnya.
Materi disampaikan langsung oleh Master Trainer BCCT sekaligus Ketua PW APPAUDI Aceh, Dhulhadi. Dalam pemaparannya, Dhulhadi menjelaskan pentingnya pendidikan anak dimulai sejak usia dini, termasuk bagaimana pengalaman yang diterima anak dapat memengaruhi perkembangan dan cara mereka bertindak di kemudian hari.
Menurut Dhulhadi, proses pendidikan anak tidak cukup hanya berorientasi pada aspek akademik. Lingkungan belajar juga harus mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan bahagia bagi anak.
“Buatlah anak-anak senyaman dan sebahagia mungkin. Guru jangan memarahi anak-anak dengan suara keras,” ujar Dhulhadi dalam pemaparannya.
Ia menekankan bahwa setiap anak memiliki potensi dan karakter yang berbeda. Karena itu, pendidik perlu memahami kebutuhan anak dan memberikan stimulasi yang sesuai dengan tahapan perkembangannya.
“Semua anak itu terbaik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dhulhadi juga berbagi pengalamannya saat mewakili Aceh dalam kegiatan Rebuilding The Foundation of Early Learning di Jakarta pada 11 – 14 April 2026. Dalam kegiatan itu, ia berkesempatan bertemu dengan Phamela, seorang Pakar Paud asal Florida yang disebut sebagai pencetus konsep BCCT.
Dhulhadi menjelaskan, metode BCCT pada awal perkembangannya antara lain diperkenalkan melalui lembaga pendidikan Al Falah dan Istiqlal. Konsep pembelajaran sentra kemudian berkembang dan diadopsi dalam pendidikan anak usia dini di Indonesia.
Menurutnya, penerapan pendekatan sentra relevan dengan karakteristik pendidikan anak usia dini di Indonesia. Namun, dalam praktiknya masih terdapat pihak yang memandang metode tersebut sebatas aktivitas bermain.
“Kenapa Kemendikbud mengadopsi sentra? Karena metode ini cocok diterapkan di Indonesia. Tetapi tidak semua mau menerimanya karena masih ada yang menganggap ini hanya metode bermain,” jelasnya.
Ia mengatakan, bermain dalam pendidikan anak usia dini justru menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Melalui aktivitas yang dirancang secara tepat, anak dapat memperoleh pengalaman yang membantu perkembangan kemampuan kognitif, sosial, emosional, serta keterampilannya.
Dhulhadi berharap kegiatan ShareAPP dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para guru PAUD mengenai konsep dan penerapan BCCT dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
“Harapannya, setelah pelatihan ini semua guru PAUD dapat memahami metode BCCT dan mampu menerapkannya sesuai kebutuhan anak, dan bahwa anak harus memperoleh dukungan untuk aktif, kreatif, serta berani mengambil keputusan tanpa takut salah,” tutupnya









