Pidie — Aliran Sungai Kembang Tanjong di Kabupaten Pidie kembali menjadi perhatian publik setelah permukaan air dipenuhi tumpukan kayu dan material hanyut, yang menutupi hampir seluruh badan sungai dan tersangkut di bawah jembatan. Rekaman video yang beredar di media sosial pada Selasa (25/11/2025) memperlihatkan derasnya arus membawa ranting, batang kayu berukuran besar, hingga sampah campuran.
Fenomena itu langsung memicu kehebohan warga serta komentar ramai dari warganet. Banyak yang menduga material kayu tersebut merupakan dampak dari longsor dan banjir bandang di kawasan hulu setelah hujan ekstrem mengguyur wilayah Geumpang–Pidie beberapa hari terakhir.
Namun, komentar netizen yang paling mencuri perhatian adalah sindiran “keluar semua barang buktinya”, yang mengarah pada dugaan publik terkait aktivitas ilegal di kawasan hulu—isu yang kerap menjadi pembahasan warga dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang mengenai sumber tumpukan kayu tersebut. Meski demikian, warga sekitar menyebut fenomena serupa memang kerap terjadi setiap kali curah hujan tinggi mengguyur wilayah dataran tinggi Pidie.
Peristiwa ini kembali membuka diskusi soal kerentanan kawasan hulu, termasuk kerusakan tutupan vegetasi dan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.








