Home / News

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:05 WIB

Update Banjir Sumatera 2025: 883 Tewas, 500 Lebih Hilang

Ilustrasi AI

Ilustrasi AI

Banda Aceh — Skala kerusakan akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah. Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu, 6 Desember 2025, mencatat 883 korban meninggal dunia dan lebih dari 520 orang masih dinyatakan hilang.

Di Aceh saja, laporan lokal menyebut sedikitnya 349 warga meninggal dan 92 lainnya hilang. Ribuan rumah, fasilitas umum, sekolah, hingga jaringan jalan dan jembatan mengalami kerusakan berat.

BNPB menyebut bencana ini telah berdampak pada ratusan ribu jiwa, dengan banyak pemukiman, lahan produktif, dan infrastruktur vital terendam atau rusak total.

Baca Juga |  Aksi Spontan Wagub Aceh Fadhlullah Sambut Hangat Sopir Truk BK

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kini menggenjot pemulihan jalur utama seperti Lintas Timur dan Lintas Barat Aceh yang berfungsi sebagai koridor logistik dan distribusi bantuan.

Di daerah yang terisolasi akibat jembatan putus dan jalan longsor, tim gabungan menempuh jalur darat alternatif, udara, dan laut untuk menyalurkan bantuan. Meski begitu, banyak titik terdampak belum dapat dijangkau sepenuhnya karena akses masih terputus dan kondisi medan sangat berat.

Baca Juga |  Kapolda Aceh Bahas Sinergi HAM dengan Komnas HAM RI

Bersamaan dengan surutnya banjir, beberapa lokasi pengungsian mulai mencatat peningkatan kasus penyakit akibat air kotor, sanitasi buruk, dan minimnya akses air bersih.

Distribusi air bersih, layanan medis, dan suplai pangan menjadi kebutuhan paling mendesak, terutama di wilayah yang masih sulit dijangkau akibat kerusakan infrastruktur.

Bencana kali ini diperparah cuaca ekstrem yang tidak lazim, ditambah kerentanan ekologis seperti degradasi hutan di kawasan hulu dan penurunan kualitas lingkungan. Dua faktor ini meningkatkan risiko banjir bandang dan longsor dalam skala besar.

Baca Juga |  Aparat Gabungan TNI–Polri Razia Bendera GAM di Perbatasan Aceh Utara–Bireuen

Di banyak daerah, infrastruktur seperti jembatan, jalan, dan sistem komunikasi belum dirancang untuk menghadapi intensitas cuaca ekstrem sebesar ini. Akibatnya, ketika bencana terjadi, kerusakan massal tak terhindarkan.

Selain itu, proses penanganan darurat masih terkendala distribusi logistik, suplai air bersih, serta terbatasnya akses menuju wilayah terpencil.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

News

Polresta Banda Aceh Klarifikasi Kasus Pencurian di Warkop Muda Kopi

News

Kabag, Kasat dan Kapolsek Jajaran Polresta Banda Aceh Diserah Terimakan
Misbah

News

Aliansi Mahasiswa Aceh Kritik Klaim Pemulihan Banjir 100 Persen
Kondisi tenda pengungsian

News

Koalisi Sipil Kritik Klaim Prabowo soal Pemulihan Bencana Aceh
Kecelakaan lalulintas

News

Jelang Lebaran Kecelakaan Renggut Lima Nyawa, Ini Kata Kasat Lantas Polresta Banda Aceh
Bantuan kemanusiaan korban banjir

News

Flower Aceh dan Lifeguards Aceh Salurkan Bantuan untuk 2.950 KK Korban Banjir
Suharyanto

News

BNPB Pastikan Korban Bencana Gayo Lues Keluar dari Tenda Sebelum Lebaran
Bukber Kapolda Aceh

News

Bukber Di Kediaman Kapolda Aceh Pererat Tali Silaturahmi