Banda Aceh – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo menyambut kedatangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Muhammad Tito Karnavian beserta rombongan di Ruang VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (7/7/2026).
Penyambutan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Aceh, Sekretaris Daerah Aceh, Kapok Sahli Pangdam Iskandar Muda, Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda, Direktur Samapta Polda Aceh, serta Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Aceh.
Kunjungan Mendagri ke Aceh merupakan bagian dari agenda kerja selama dua hari, yakni 7–8 Juli 2026. Sejumlah kegiatan telah dijadwalkan, termasuk peninjauan infrastruktur yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, Polda Aceh bersama pemerintah daerah dan instansi terkait telah menyiapkan pengamanan dan penyambutan selama kunjungan berlangsung.
“Polda Aceh bersama pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan penyambutan serta pengamanan selama pelaksanaan kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri RI di Aceh,” ujar Joko.
Dalam agenda kerjanya, Mendagri dijadwalkan meninjau Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur yang terdampak bencana hidrometeorologi sekaligus mengevaluasi langkah percepatan pemulihan yang sedang dilaksanakan pemerintah.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh dalam mempercepat rehabilitasi infrastruktur serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Selain meninjau kondisi lapangan, agenda kerja Mendagri juga menjadi momentum mempererat sinergi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah.
Menurut Joko, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus menjaga stabilitas pembangunan di Aceh.
“Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, dan Forkopimda dalam mendorong percepatan pembangunan serta pemulihan infrastruktur demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” tutup Joko.









