Banda Aceh — Maraknya penipuan digital yang mengatasnamakan PT Bank Aceh Syariah kembali menjadi perhatian serius. Modus yang digunakan beragam, mulai dari iming-iming Gebyar Bank Aceh, Undian Berhadiah, hingga pesan pribadi dari akun palsu yang menyerupai identitas resmi bank.
Manajemen Bank Aceh secara tegas mengimbau seluruh nasabah agar meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kerahasiaan data pribadi.
Dalam beberapa waktu terakhir, Bank Aceh menemukan banyak akun palsu, pesan berantai, hingga panggilan telepon yang menjanjikan hadiah dengan syarat mudah.
Skema ini terindikasi kuat sebagai phishing, yakni upaya sistematis untuk mencuri data sensitif seperti PIN, password, kode OTP, hingga menguras saldo rekening nasabah.
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, melalui Sekretariat Perusahaan Bank Aceh Ilham Novrizal, menegaskan bahwa keamanan dana dan data nasabah merupakan prioritas utama. Namun, perlindungan tersebut membutuhkan peran aktif dan kesadaran nasabah di tengah meningkatnya kejahatan siber.
“Kami mencermati adanya peningkatan signifikan penipuan digital dengan modus yang semakin canggih. Pelaku menggunakan identitas palsu yang dibuat sangat mirip dengan akun resmi Bank Aceh untuk mengelabui masyarakat. Kami mengimbau nasabah jangan pernah memberikan data sensitif kepada siapa pun, termasuk yang mengaku sebagai karyawan bank,” ujar Ilham, Selasa (20/1/2026).
Ilham menegaskan, Bank Aceh tidak pernah meminta PIN, password, maupun kode OTP melalui media sosial, pesan singkat, atau sambungan telepon. Permintaan data tersebut, kata dia, dapat dipastikan sebagai penipuan.
“Jika ada pihak yang meminta PIN, password, atau OTP dengan dalih undian berhadiah atau hadiah Gebyar Bank Aceh, itu adalah hoaks. Segera abaikan dan laporkan melalui kanal resmi Bank Aceh,” tegasnya.
Berdasarkan laporan internal, modus penipuan yang paling sering digunakan antara lain:
- Pemberitahuan palsu sebagai pemenang undian berhadiah, dengan syarat menyerahkan data rekening atau membayar biaya administrasi;
- Akun media sosial berlogo Bank Aceh yang aktif menghubungi nasabah secara personal;
- Tautan mencurigakan yang mengarahkan korban ke laman palsu untuk mengisi data pribadi.
Sebagai langkah pencegahan, Bank Aceh mengeluarkan panduan keamanan bagi nasabah, di antaranya:
- Pastikan hanya berinteraksi dengan akun resmi Bank Aceh;
- Jangan pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun;
- Gunakan aplikasi Action Mobile Banking yang diunduh langsung dari Google Play Store atau Apple App Store;
- Hindari mengklik tautan dari nomor atau akun yang tidak dikenal.
Untuk memperoleh informasi valid atau menyampaikan pengaduan, nasabah dapat menghubungi Contact Center Bank Aceh di 1500845 atau mengakses website resmi www.bankaceh.co.id.
“Bank Aceh terus memperkuat sistem keamanan siber secara berkelanjutan. Kami mengajak seluruh nasabah berkomitmen menjaga keamanan finansial di era digital ini,” tutup Ilham.








