Home / Banda Aceh / Lingkungan

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:28 WIB

Fauzul Munandar Kembali Pimpin FJL Aceh 2026–2029

Fauzul Munandar terpilih kembali sebagai Koordinator FJL Aceh periode 2026–2029 dalam Mubes di Aceh Besar. (Foto:Dok/FJL)

Fauzul Munandar terpilih kembali sebagai Koordinator FJL Aceh periode 2026–2029 dalam Mubes di Aceh Besar. (Foto:Dok/FJL)

Banda Aceh – Forum Jurnalis Lingkungan Aceh (FJL Aceh) kembali menetapkan Fauzul Munandar sebagai Koordinator periode 2026–2029 dalam Musyawarah Besar (Mubes) yang digelar di Gedung ATC, Meunasah Manyang, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (15/2/2026).

Pemilihan secara aklamasi ini menandai keberlanjutan kepemimpinan di tengah meningkatnya tantangan isu lingkungan di Aceh, mulai dari deforestasi hingga bencana ekologis yang kian intens. Keputusan forum juga dibarengi mandat strategis untuk memperkuat kapasitas jurnalis lingkungan dan memperluas kampanye berbasis visual agar pesan ekologis lebih menjangkau publik.

Baca Juga |  Dugaan Pungli di Puskesmas Masjid Raya, Foreder Minta Kepala Puskesmas Dicopot

Sejumlah tokoh pers nasional dan jurnalis senior hadir dalam Mubes tersebut, antara lain Adi Warsidi, Mukhtaruddin Yacob—pendiri FJL Aceh sekaligus jurnalis SCTV—Chaideer Mahyuddin fotografer AFP, Zulkarnaini Masry dari bisnisia.id, serta Raja Umar dari Kompas TV.

Kehadiran mereka dinilai memperkuat legitimasi forum sekaligus memberi catatan kritis agar FJL Aceh tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga pusat produksi liputan investigatif yang berdampak pada kebijakan publik. Dalam konteks ini, konsolidasi organisasi menjadi kunci untuk menjaga independensi sekaligus kualitas liputan.

Baca Juga |  Harga Sembako Dipantau, Satgas Pangan Sidak Pasar dan Gudang Bulog

Dalam pernyataan resminya, Munandar—yang juga jurnalis aktif di Nusantara TV—menegaskan prioritas peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan investigasi, pendalaman data lingkungan, hingga penguatan etika peliputan konflik sumber daya alam.

Ia menyoroti urgensi liputan mendalam terkait kerusakan hutan dan tata kelola lahan, terutama pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh pada akhir 2025.

Menurutnya, jurnalisme lingkungan harus bergerak dari sekadar pelaporan peristiwa menuju pengawasan kebijakan berbasis data dan bukti lapangan.

Secara investigatif, tantangan FJL Aceh ke depan terletak pada konsistensi dan keberanian membongkar persoalan struktural, termasuk praktik alih fungsi lahan dan lemahnya pengawasan.

Baca Juga |  Bank Aceh–Taspen Perkuat Layanan Pensiun

Pendekatan kampanye visual—melalui foto, video, dan tulisan mendalam—diproyeksikan menjadi strategi utama untuk membangun kesadaran publik sekaligus menekan pengambil kebijakan agar lebih responsif.

Dengan kepemimpinan berkelanjutan dan agenda yang lebih terukur, FJL Aceh diharapkan menjadi motor penggerak jurnalisme lingkungan yang akuntabel, kolaboratif, dan berorientasi solusi di tingkat nasional.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Daddi Peryoga,

Banda Aceh

OJK Ungkap Ketahanan Industri Keuangan Aceh di Tengah Krisis Iklim
FOLU Goes to School

Banda Aceh

FOLU Goes to School Dorong Sekolah Adiwiyata dan Budaya Zero Waste di Banda Aceh

Banda Aceh

Kapolda Aceh Perkuat Sinergi dengan DJBC Aceh

Banda Aceh

WH, TikTok, dan Ujian Integritas
Peresmian sumur bor PT solusi bangun Indonesia

Aceh Tamiang

Solusi Bangun Indonesia Resmikan Dua Sumur Bor di Aceh Tamiang

Banda Aceh

Residivis Bobol Rumah, Tim Rimueng Koetaradja Ringkus Pelaku
Penyeludupan emas batangan

Banda Aceh

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Rp7,2 Miliar di Bandara SIM Aceh
Sambutan seremonial Mendagri di aceh

Banda Aceh

Wakapolda Aceh Sambut Mendagri di Bandara SIM