Bireuen — Jembatan Krueng Tingkeum yang lebih dikenal sebagai Jembatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, resmi dibuka untuk lalu lintas umum. Pengoperasian jembatan permanen tersebut memulihkan arus kendaraan di jalur nasional Banda Aceh–Medan yang sebelumnya terganggu akibat kerusakan jembatan pascabencana.
Jembatan mulai dibuka melalui kegiatan open traffic pada Minggu, 20 September 2026 sekitar pukul 09.30 WIB. Sebelum difungsikan, jembatan telah menjalani penyelesaian pekerjaan serta pengujian teknis dan uji beban untuk memastikan kelayakan struktur.
Dengan beroperasinya jembatan baru, kendaraan kini dapat melintas melalui dua lajur tanpa sistem buka-tutup. Kondisi tersebut berbeda dengan masa penggunaan Jembatan Bailey yang menjadi akses sementara selama pembangunan jembatan permanen.
Direktur Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Gatot Sukmana, mengatakan pembangunan jembatan dilakukan untuk memulihkan jalur logistik sekaligus memastikan kualitas dan keamanan konstruksi.
“Untuk memulihkan kembali jalur logistik, kita bangun Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang ini. Secara teknis, desain dan konstruksinya sudah dijaga rekan-rekan BPJN Aceh terkait mutu dan sudah diuji beban,” kata Gatot.
Jembatan Krueng Tingkeum memiliki panjang sekitar 149 meter dan berada pada koridor jalan nasional lintas timur Aceh yang menghubungkan Banda Aceh dengan Medan. Infrastruktur tersebut menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat sekaligus distribusi barang dan logistik antardaerah.
Kerusakan jembatan lama terjadi setelah bencana hidrometeorologi pada 26 November 2025. Untuk mempertahankan konektivitas, pemerintah kemudian menghadirkan Jembatan Bailey yang mulai difungsikan pada 27 Desember 2025.
Penggunaan jembatan sementara tersebut membuat arus kendaraan harus diatur secara bergantian. Ketika volume kendaraan meningkat, antrean panjang kerap terjadi di kawasan Kutablang.
Kepala Poswil Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Safrizal ZA, menyatakan pembangunan jembatan permanen tersebut diselesaikan tepat waktu.
“Alhamdulillah, berkat ketekunan dan kedisiplinan, akhirnya Jembatan Kutablang selesai dibangun tepat waktu,” ujar Safrizal.
Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan jembatan dilakukan Kementerian PU dengan nilai kontrak Rp107,5 miliar. Paket penanganan di lokasi secara keseluruhan memiliki pagu Rp251 miliar, mencakup rangkaian pekerjaan infrastruktur serta penanganan jembatan sementara.
Bupati Bireuen Mukhlis menyebut beroperasinya jembatan permanen tersebut diharapkan ikut menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.
“Dengan dibukanya Jembatan Krueng Tingkeum ini, kita berharap dapat membangkitkan kembali perekonomian masyarakat Kabupaten Bireuen dan Aceh yang sangat terdampak akibat bencana,” kata Mukhlis.
Kementerian PU melalui BPJN Aceh menyatakan pengoperasian jembatan permanen menjadi bagian dari pemulihan konektivitas jalan nasional lintas timur Aceh. Setelah akses dialihkan ke jembatan baru, penanganan terhadap jembatan lama dan fasilitas pendukung di kawasan tersebut akan dilanjutkan sesuai kebutuhan.
Bagi pengguna jalan, pembukaan ini mengakhiri fase panjang perjalanan dengan akses sementara. Arus Banda Aceh–Medan kini kembali dapat bergerak melalui dua lajur Jembatan Krueng Tingkeum, sekaligus membuka kembali jalur distribusi orang dan barang secara lebih lancar.









