Home / Pendidikan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:26 WIB

Kekerasan Daycare di Banda Aceh, APPAUDI Tekankan Standar Kompetensi Guru PAUD

Ketua APPAUDI Aceh sekaligus Penguji Uji Kompetensi Guru PAUD Kemdikdasmen, Dhulhadi. (Foto:Dok/Ist)

Ketua APPAUDI Aceh sekaligus Penguji Uji Kompetensi Guru PAUD Kemdikdasmen, Dhulhadi. (Foto:Dok/Ist)

Banda Aceh — Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah daycare di Kota Banda Aceh menjadi perhatian serius publik. Peristiwa ini dinilai sebagai alarm penting bagi kualitas layanan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini yang harus segera dibenahi secara menyeluruh.

Ketua APPAUDI (Asosiasi Pelatih Pendidik Anak Usia Dini Indonesia) Aceh sekaligus Penguji Uji Kompetensi Guru PAUD Kemdikdasmen, Dhulhadi, menegaskan bahwa insiden tersebut tidak boleh dipandang sebagai kasus biasa. Menurutnya, peran guru dan pengasuh PAUD sangat krusial karena berada pada fase dasar pembentukan karakter dan perkembangan anak.

Baca Juga |  Duta Siswa Aceh Hadiri Pelantikan IWO Aceh 2025–2029

“Ini bukan sekadar persoalan individu, tetapi menyangkut kualitas sistem. Menjadi guru PAUD membutuhkan kompetensi, kesabaran, dan pemahaman yang kuat terhadap tumbuh kembang anak,” ujar Dhulhadi saat ditemui, Sabtu (2/5/2026), bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.

Ia menekankan bahwa tenaga pendidik tidak cukup hanya memiliki rasa kasih sayang, tetapi juga harus dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam mengasuh, merawat, serta memberikan stimulasi yang tepat sesuai usia anak. Lingkungan belajar, kata dia, harus mampu menjamin rasa aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak.

Baca Juga |  Dugaan Pungli dan Manipulasi Absensi, Foreder Minta Investigasi Menyeluruh

Menanggapi kasus tersebut, APPAUDI Aceh menyatakan dukungan terhadap langkah yang diambil Pemerintah Kota Banda Aceh dalam penanganan kasus, baik secara hukum maupun administratif. Namun demikian, organisasi ini menilai perlu adanya langkah lanjutan berupa pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan bagi seluruh tenaga pendidik dan pengasuh.

APPAUDI Aceh juga mendorong penguatan program peningkatan kapasitas melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) berbasis kompetensi. Program tersebut meliputi diklat berjenjang dasar, lanjut, hingga mahir serta pelatihan teknis seperti pengasuhan anak, metode pembelajaran kreatif, dan pendidikan inklusif.

Baca Juga |  Kabag, Kasat dan Kapolsek Jajaran Polresta Banda Aceh Diserah Terimakan

Selain itu, praktik lapangan melalui magang dan observasi dinilai penting untuk memastikan guru tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara efektif dalam kegiatan belajar mengajar.

“Standar kompetensi harus terus ditingkatkan. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang layak dan aman,” tutup Dhulhadi.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

35 Peserta kaderisasi kepemimpinan nasional

Pendidikan

Institut Harkat Negeri Berangkatkan 35 Peserta TSLB Angkatan IX, Jalani Program Komitmen di Brebes
Audiensi Polda Aceh dan uin

Pendidikan

UIN Ar-Raniry Audiensi dengan Polda Aceh
Kebakaran kampus Unsyiah

News

Polresta Selidiki Kebakaran Fakultas Pertanian USK, Diduga Bentrokan Mahasiswa
Pentas seni dan kreatifitas anak-anak PAUD Intan Payung

News

Pentas Ceria PAUD Intan Payong Warnai Akhir Pekan
Kunjungan Duta Besar Australia Rod Brazier ke permampu medan

News

Dubes Australia Apresiasi PERMAMPU-PESADA
Pertemuan mob Banda Aceh dan APPAUDI

Pendidikan

MPD Banda Aceh Gandeng APPAUDI Bahas Penyelenggaraan PAUD Berkualitas
Peserta appaudi

Pendidikan

APPAUDI Aceh Gelar Penguatan Organisasi di Banda Aceh
Pelantikan appaudi Aceh

Pendidikan

APPAUDI Aceh 2026–2030 Dilantik, Fokus Tingkatkan Kompetensi Guru PAUD