Home / Aceh Besar / Lingkungan

Kamis, 16 April 2026 - 12:31 WIB

Inovasi Kelola Limbah, Solusi Bangun Andalas Raih PROPER Hijau 2025

Solusi Bangun Andalas libatkan masyarakat dalam pengelolaan limbah kelapa menjadi pakan ternak, sekaligus mengurangi timbunan sampah dan menurunkan emisi. (Foto:Dok/SBA).

Solusi Bangun Andalas libatkan masyarakat dalam pengelolaan limbah kelapa menjadi pakan ternak, sekaligus mengurangi timbunan sampah dan menurunkan emisi. (Foto:Dok/SBA).

Aceh Besar — PT Solusi Bangun Andalas berhasil mengolah hingga 60 ton sampah kelapa per bulan melalui program Sakeladera (Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera) di kawasan pesisir Lhoknga. Inisiatif berbasis ekonomi sirkular ini mengantarkan perusahaan meraih penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Program Sakeladera dijalankan bersama komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil) dengan mengubah limbah kelapa menjadi cocopeat, yang dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak.

Baca Juga |  Kebakaran Ban Bekas di Aceh Besar, Warga Panik Lihat Asap Hitam Tebal

Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono, menyatakan capaian tersebut merupakan hasil integrasi inovasi industri dan pemberdayaan masyarakat.

“Keberlanjutan harus dibangun menyeluruh, dari efisiensi energi hingga manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, limbah kelapa di wilayah pesisir umumnya dibakar atau dibiarkan membusuk, yang menghasilkan emisi karbon hingga 34,8 ton CO₂ per bulan. Melalui program ini, biaya pakan ternak berhasil ditekan hingga 60 persen atau sekitar Rp28,2 juta per bulan.

Baca Juga |  Musrenbang 2026, Wagub Aceh Dorong Transformasi lewat Enam Task Force

Selain dampak ekonomi, program ini juga meningkatkan nilai lingkungan. Timbulan sampah kelapa menurun menjadi sekitar 20–24 ton per bulan, sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.

Dari sisi industri, perusahaan juga menerapkan teknologi burner rendah emisi yang mampu menurunkan emisi hingga 88.931 ton CO₂ ekuivalen sepanjang 2025, serta memanfaatkan bahan bakar alternatif dari limbah.

Baca Juga |  Penanganan Bencana Lamban, Koalisi Sipil Desak Gubernur Surati Presiden

Dengan rasio Social Return on Investment (SROI) mencapai 2,5, program ini dinilai memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan.

Inovasi ini menunjukkan bahwa transformasi limbah menjadi sumber ekonomi dapat berjalan beriringan dengan efisiensi energi dan pengurangan emisi, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Penyerahan lruk uang dari BI

Aceh Besar

Solusi Bangun Andalas Ubah Uang Tak Layak Edar Jadi Energi Ramah Lingkungan
Dialog multipihak, FJL dan HAkA

Gayo Lues

Tanah Gayo Terancam Tambang, Kolaborasi Jadi Solusi
Ketua PORTINA Aceh Piet Rusdi

Aceh Besar

Piet Rusdi Nahkodai PORTINA Aceh Masa Bakti 2025–2029
Musim kemarau di Aceh dan cuaca ekstrem.

Banda Aceh

Mengapa Suhu di Aceh Semakin Gerah? Ini Penyebab Cuaca Panas di Aceh
Pendidikan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026.

Aceh Besar

Sebanyak 120 Siswa Ikuti Pendidikan Bintara Polri di SPN Aceh
Dugong Conservation. Natural Aceh dan Yayasan KEHATI.

Aceh Besar

Kemunculan Dugong Langka di Lamreh Picu Konservasi Habitat Lamun di Aceh
Bantuan Sba untuk menjadi di Aceh besar

Aceh Besar

Lima Masjid Dapat Bantuan Sarana Ibadah dari Solusi Bangun Andalas
Peresmian sumur bor PT solusi bangun Indonesia

Aceh Tamiang

Solusi Bangun Indonesia Resmikan Dua Sumur Bor di Aceh Tamiang