Home / News

Rabu, 26 November 2025 - 14:02 WIB

Kekerasan Siber Meningkat, Flower Aceh dan Komnas Perempuan Gelar Webinar Keamanan Digital

Webinar 16 HAKTP 2025 membahas keamanan digital bagi perempuan. (Foto: Arsip Flower Aceh)

Webinar 16 HAKTP 2025 membahas keamanan digital bagi perempuan. (Foto: Arsip Flower Aceh)

Banda Aceh — Memperingati kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) 2025, sejumlah organisasi perempuan dan masyarakat sipil di Aceh menggelar webinar bertema “Keamanan Cyber bagi Perempuan: Melindungi Ruang Digital dari Kekerasan Berbasis Gender”, Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Flower Aceh bersama Komnas Perempuan, Universitas Binus, Islamic Relief Indonesia, KontraS Aceh, Balai Syura, Sekolah HAM Perempuan, FORHATI Aceh, FAMM Sumatera, Forum Anak Tanah Rencong, dan Lentera Habibi.

Webinar ini bertujuan memperkuat kesadaran publik mengenai meningkatnya kekerasan berbasis gender online (KBGO) yang kini menjadi ancaman serius bagi perempuan di Aceh dan Indonesia.

Koordinator Divisi Kajian, Publikasi, dan Pendidikan Flower Aceh, Hendra Lesmana, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi membuka peluang baru bagi perempuan untuk berkarya dan berpartisipasi. Namun, pada saat yang sama, ruang digital juga memunculkan bentuk kekerasan baru seperti: doxing, penyebaran konten intim nonkonsensual, peretasan, ancaman digital dan ujaran kebencian berbasis gender

Baca Juga |  Tanpa Klarifikasi & Permohonan Guru Berprestasi MIN 5 Ulee Kareng Dimutasi, Ada Apa di Kemenag?

“Intimidasi digital ini berdampak serius pada mental, keamanan, dan ruang gerak perempuan,” tegas Hendra.

Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna, mengingatkan bahwa kekerasan terhadap perempuan tidak hanya terjadi di masa konflik, tetapi kini juga hadir dalam bentuk kekerasan digital.

“Dulu perempuan menghadapi kekerasan struktural karena konflik. Hari ini mereka menghadapinya lagi, di jalanan dan di layar ponsel mereka. Perempuan tidak boleh terus dibebani tanggung jawab individu. Negara harus hadir,” ujarnya.

Baca Juga |  Bencana Aceh Memburuk, Dewan Profesor USK Kirim Surat ke Presiden

Dosen Universitas Binus, Ika Dyah AR, menekankan bahwa kekerasan digital sering kali meninggalkan trauma yang tidak kasat mata.

“Ruang digital seharusnya menjadi ruang inspirasi, bukan medan baru kekerasan. Keamanan siber adalah garis pertahanan penting, dan negara serta platform digital wajib memastikan ruang online yang aman,” katanya.

Koordinator Pengorganisasian Masyarakat Flower Aceh, Ernawati, menyoroti cepatnya ruang digital berubah menjadi ruang yang rentan bagi perempuan, bahkan hingga ke tingkat komunitas.

“Risiko KBGO meningkat dan butuh perhatian serius. Kolaborasi semua pihak penting untuk memastikan ruang digital yang aman,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati, menegaskan bahwa literasi keamanan digital kini menjadi kebutuhan mendesak bagi perempuan dan kelompok rentan.

Baca Juga |  Bangunan Liar Ancam DAS Krueng Aceh

“Keamanan digital adalah hak asasi manusia. Negara punya tanggung jawab memastikan ruang digital yang aman bagi perempuan, anak, dan kelompok marjinal agar mereka bisa berekspresi dan berkontribusi tanpa intimidasi,” tegasnya.

Moderator webinar, Niswah, mahasiswi FISIP USK, menutup diskusi dengan ajakan memperkuat literasi digital, menghapus budaya menyalahkan korban, serta mendorong regulasi dan perlindungan yang efektif dari negara.

Koordinator Bidang Acara Kampanye 16 HAKTP, Gebrina Rezeki, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan kampanye akan berlangsung pada 25 November hingga 10 Desember 2025, melibatkan berbagai organisasi perempuan dan lembaga terkait di Aceh.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

Dian Rubianty

News

Ombudsman Tegaskan Larangan Pungutan Sertifikasi Guru
Stop kekerasan terhadap anak.

Hukum & Kriminal

Empat Pemuda Jadi Tersangka Kekerasan Anak di Aceh Tengah, Flower Aceh Angkat Suara
Program Hibah Grassroots Jepang di Indonesia

News

Hibah Grassroots Jepang Dibuka, Peluang LSM dan Yayasan di Aceh–Sumatra
Ketua Posko Yabani, Dhulhadi bersama warga Babah Suak

News

Ketika Relawan Hadir: Kisah Anak-Anak Di Babah Suak, Langsung Masuk SD Tanpa TK
Dokumen pengumuman hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama aceh

News

Direktur RSUZA Disaring, Rekam Jejak Pejabat Kembali Disorot dalam Seleksi JPT Aceh
Pelantikan pengurus LPSA

News

LPSA Resmi Dilantik, Perempuan Aceh Siap Ambil Peran Strategis
Road Show Yabani Berkisah

News

Cerita Kerajaan dan Kebersihan Warnai Road Show YABANI Berkisah di Bireuen
Misbah Hidayat, Mahasiswa UNMUHA

News

Surat Mahasiswa Aceh, Negara Bisa Membungkam, Nurani Tidak