Home / Sosial & Budaya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:59 WIB

Khanduri Jazz 2026 Semarakkan International Jazz Day di Banda Aceh

Gambar ilustrasi. (Foto:Dok)

Gambar ilustrasi. (Foto:Dok)

Banda Aceh — Perayaan International Jazz Day 2026 di Banda Aceh berlangsung penuh warna melalui gelaran “Khanduri Jazz 2026”. Mengusung semangat kebersamaan dan kemanusiaan, event ini sukses menghadirkan atmosfer ceria sekaligus hangat bagi para pecinta musik.

Khanduri Jazz tahun ini tampil dalam dua konsep utama. Pertama, “Khanduri Jazz: Solidarity of Humanity” yang digelar secara gratis di Jazzberry Cafe pada 30 April 2026. Konsep ini terbuka untuk publik dan menjadi ruang inklusif bagi masyarakat menikmati musik jazz tanpa batas.

Selanjutnya, “Khanduri Jazz Signature Concert” yang berlangsung lebih eksklusif di Ayani Hotel Banda Aceh pada 1 Mei 2026 dengan sistem tiket VIP. Konser ini menghadirkan nuansa elegan dengan tata panggung yang lebih megah, menyasar penikmat jazz yang ingin merasakan pengalaman musikal yang lebih intim dan premium.

Baca Juga |  OJK Aceh Dorong Penguatan Tata Kelola GRC di Lembaga Keuangan

Event ini digerakkan oleh Aceh Jazz Community yang menghadirkan sederet musisi lokal berbakat sebagai headline performance. Nama-nama seperti Moritza Thaher, Afrizal, Yudi Amirul, Akhyar, Teuku Mahfud, Erwinsyah, hingga Teuku Dedenio tampil memukau. Tak hanya itu, panggung juga dimeriahkan oleh penampilan spesial dari Deddy Syukur dan Yudi Kurnia.

Salah satu sorotan utama datang dari penyanyi jazz lokal, Lilawati atau yang akrab disapa Popi Gade. Dengan pengalaman panjang di dunia musik jazz, Popi berhasil mencuri perhatian penonton lewat karakter vokalnya yang khas. Ia bahkan pernah tampil di hadapan Susilo Bambang Yudhoyono, menambah rekam jejaknya sebagai musisi berkelas.

Baca Juga |  Hibah Grassroots Jepang Dibuka, Peluang LSM dan Yayasan di Aceh–Sumatra

Menurut Popi, Khanduri Jazz 2026 menjadi salah satu perhelatan paling meriah yang pernah ia rasakan. Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari padatnya penonton yang hadir, baik di acara gratis maupun konser berbayar.

“Energinya luar biasa. Ini bukti bahwa jazz punya tempat di hati masyarakat. Harapan kami, musik jazz tidak hanya hidup di komunitas, tapi bisa menjangkau generasi muda dan menjadi bagian dari selera musik yang lebih luas,” ujarnya.

Baca Juga |  TNI AU Kerahkan Hercules untuk Bansos dan Pemulihan Ekonomi Aceh

keberlangsungan Khanduri Jazz tidak lepas dari peran Antero FM yang selama ini menjadi motor penggerak utama acara. Di bawah kepemimpinan Uzair, radio ini telah konsisten menghidupkan geliat musik jazz di Aceh sejak tahun 2003, menjadikannya salah satu fondasi penting dalam perkembangan komunitas dan ekosistem jazz di daerah tersebut.

Khanduri Jazz bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi juga menjadi medium kolaborasi, ekspresi, dan penyatuan berbagai kalangan. Dengan pendekatan yang lebih terbuka dan kemasan yang segar, event ini dinilai berhasil mematahkan stigma bahwa jazz adalah genre eksklusif.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

Kak Na membagikan bantuan seragam sekolah

News

Kala Kak Na Mengantar Janji di Pedalaman Aceh Utara
Sosialisasi aturan haji beacukai.

News

Jemaah Haji Diminta Pahami Aturan Barang Bawaan dan Kiriman
Sereh wangi

Sosial & Budaya

Padusi Tapa Inovasi Sereh Wangi Aceh Selatan
Kerajinan kasab

Sosial & Budaya

Kasab Aceh Barat, Warisan Bernilai Ekonomi
Bantuan kurma Polda aceh

Sosial & Budaya

Kabid Humas Salurkan Kurma Bantuan Kapolda ke Dayah Mini Aceh
Solusi Bangun Andalas

Sosial & Budaya

SBA Santuni 200 Anak Yatim di Lhoknga dan Leupung Saat Ramadan
BSI santuni yatim

Sosial & Budaya

5.000 Anak Yatim Terima Santunan BSI
FKIJK Aceh

Sosial & Budaya

Aksi Sosial FKIJK Aceh: Renovasi Masjid Syuhada