Banda Aceh — Lembaga Pejuang Srikandi Aceh (LPSA) resmi melantik jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), serta perwakilan Malaysia dan Jabodetabek dalam prosesi di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Senin (26/1/2026).
Pelantikan dipimpin Plt. Kesbangpol Aceh, Iqbal Tawakal, S.STP., M.Eng sebagai perwakilan Gubernur Aceh. Hal ini menandai langkah awal konsolidasi organisasi perempuan Aceh untuk mengambil peran strategis di bidang sosial, pemerintahan, dan pembangunan.
Dalam struktur kepengurusan pusat, Cut Farrah Amza dipercaya sebagai Ketua Umum LPSA, didampingi Rosliana dan Cut Aja Meutia, S.Pd sebagai Wakil Ketua. Posisi Sekretaris diemban Rosnawati, dengan Wakil Sekretaris Dr. Sri Rahmawati dan Fitriani.
Sementara itu, jabatan Bendahara dijabat Nurlaila Keumalasari, S.Kep, bersama Vera Maqfirah, S.Kep dan Syarifah Nurlaili. Untuk operasional harian, Intan Cahayawati ditunjuk sebagai Ketua Harian, bersama para wakilnya Nurhayati, Cut Mutia, SE, dan Rasyidah.
Ketua Umum LPSA Cut Farrah Amza menegaskan bahwa LPSA hadir bukan sekadar sebagai organisasi struktural, melainkan simbol kebangkitan perempuan Aceh.
Ia menilai perempuan Aceh memiliki kapasitas, gagasan, dan kekuatan untuk berkontribusi aktif dalam berbagai sektor strategis.
“LPSA adalah ruang perjuangan agar perempuan Aceh tidak hanya hadir, tetapi ikut menentukan arah pembangunan melalui gagasan dan kerja nyata,” ujar Farrah. Ia berharap LPSA ke depan menjadi mitra strategis yang konsisten melahirkan solusi bagi kemajuan Aceh.








