Home / Aceh Utara / Lingkungan

Kamis, 25 Desember 2025 - 19:51 WIB

Relawan Suara Hati Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Langkahan Aceh

Relawan Suara Hati menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Langkahan Aceh Utara. (Foto:Dok/Suara Hati)

Relawan Suara Hati menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Langkahan Aceh Utara. (Foto:Dok/Suara Hati)

Aceh Utara — Kepedulian terhadap warga terdampak bencana hidrometeorologi diwujudkan Suara Hati melalui penyaluran bantuan kemanusiaan di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, 25 Desember 2025.

Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan warga, tetapi juga memberi perhatian kepada kondisi psikologis anak-anak di lokasi terdampak.

Delapan relawan, yakni Muhammad Rayyan, Abiy Haidar Farras, Assyifa Meutia, Mifta Khairiah, Zikrillah, Sulthan Fathani, Riska Nazillah, dan Cut Hafiza, turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka membantu proses penyaluran bantuan sekaligus mendampingi masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana.

Setibanya di Langkahan, para relawan melihat langsung kondisi warga. Aliran sungai dipenuhi kayu tumbang yang terbawa arus. Sejumlah rumah mengalami kerusakan, sementara sebagian warga memilih bertahan di tempat yang lebih aman. Sebuah balai desa digunakan sebagai lokasi berkumpul sekaligus tempat berlindung masyarakat.

Baca Juga |  BSI Kerahkan Relawan dan Starlink untuk Bantu Penanganan Bencana Aceh

Di tengah kondisi tersebut, perhatian relawan diarahkan kepada anak-anak yang mengalami rasa takut dan kekhawatiran setelah menghadapi bencana. Pendampingan dilakukan melalui kegiatan bermain dan belajar bersama. Anak-anak diajak berinteraksi, bercerita, bermain, serta mengikuti aktivitas belajar dalam suasana yang lebih santai.

Perlahan, suasana berubah. Anak-anak mulai kembali tertawa dan antusias mengikuti kegiatan. Bagi relawan, momen tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada bantuan berupa barang, tetapi juga membutuhkan kehadiran dan perhatian terhadap kelompok yang rentan.

Baca Juga |  FPPA Serukan Perlindungan Lingkungan dan Keadilan Ekologis di Aceh

“Bantuan mungkin akan habis digunakan, tetapi kepedulian yang diberikan diharapkan dapat meninggalkan pesan bahwa masyarakat tidak menghadapi keadaan ini sendirian,” menjadi pesan yang tercermin dari kegiatan kemanusiaan tersebut.

Selain mendampingi anak-anak, para relawan bersama anggota lainnya tetap membantu proses distribusi bantuan kepada masyarakat. Bantuan diturunkan, disusun, kemudian dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Proses itu dilakukan secara gotong royong agar penyaluran berlangsung tertib dan tepat sasaran.

Baca Juga |  PIKABAS Bank Aceh Turun ke Lokasi Banjir, Fokus Logistik dan Kesehatan

Kegiatan Suara Hati di Langkahan memperlihatkan bahwa pemulihan pascabencana memiliki dimensi yang lebih luas. Kerusakan fisik memang membutuhkan penanganan, tetapi rasa aman dan kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak, juga tidak dapat diabaikan.

Bagi para relawan, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran tentang empati dan kemanusiaan. Kehadiran mereka mungkin tidak menghapus seluruh kesulitan warga, tetapi setidaknya menjadi bagian dari dukungan bagi masyarakat yang sedang melewati masa sulit.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Aceh Tengah

Longsor Kembali Terjang Aceh Tengah, Satu Warga Meninggal Dunia

Aceh Utara

Wagub Aceh Serahkan Bantuan Rp6,78 Miliar ke Aceh Utara
Bangkai gajah mati di areal perkebunan PT MPLI Aceh Tamiang.

Banda Aceh

Dua Gajah Mati Beruntun, BKSDA Aceh Didesak Evaluasi Menyeluruh
Dialog multipihak, FJL dan HAkA

Gayo Lues

Tanah Gayo Terancam Tambang, Kolaborasi Jadi Solusi
Musim kemarau di Aceh dan cuaca ekstrem.

Banda Aceh

Mengapa Suhu di Aceh Semakin Gerah? Ini Penyebab Cuaca Panas di Aceh
Dugong Conservation. Natural Aceh dan Yayasan KEHATI.

Aceh Besar

Kemunculan Dugong Langka di Lamreh Picu Konservasi Habitat Lamun di Aceh
Peresmian sumur bor PT solusi bangun Indonesia

Aceh Tamiang

Solusi Bangun Indonesia Resmikan Dua Sumur Bor di Aceh Tamiang
Deklarasi sikap Mahasiswa Aceh dan Liga Mahasiswa Malaya

Lingkungan

Mahasiswa Aceh-Malaya, Negara Belum Tuntaskan Krisis Ekologis Sumatera