Kulon Progo — Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo menghadiri prosesi pemakaman militer Kopda Anumerta Farizal Romadhon, prajurit yang gugur dalam tugas negara saat menjalankan misi perdamaian dunia bersama Satuan Tugas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Upacara pemakaman dilaksanakan secara khidmat di Taman Makam Pahlawan Giripeni, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (5/4/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara, Asisten Perencanaan Umum Panglima TNI, Letjen TNI Candra Wijaya, memimpin langsung rangkaian penghormatan terakhir kepada almarhum.
Prosesi diawali dengan penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada negara, dilanjutkan dengan upacara militer yang berlangsung penuh penghormatan. Tembakan salvo dari pasukan kehormatan mengiringi peristirahatan terakhir almarhum sebagai simbol penghargaan atas jasa dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Suasana haru menyelimuti jalannya prosesi. Tangis keluarga, kerabat, dan rekan sejawat pecah saat jenazah dimakamkan. Kehadiran sejumlah pejabat TNI, termasuk Pangdam IM, menjadi bentuk empati sekaligus dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan.
Sebelumnya, jenazah almarhum tiba di rumah duka di Dusun Ledok, Kelurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo, pada Sabtu malam (4/4/2026) pukul 22.45 WIB. Setibanya di rumah duka, keluarga bersama masyarakat melaksanakan salat jenazah dan doa bersama sebagai penghormatan terakhir.
Penghormatan militer yang diberikan mencerminkan kehadiran negara dalam menghargai setiap pengabdian prajuritnya. Dedikasi dan keberanian Kopda Anumerta Farizal Romadhon dalam menjalankan tugas misi perdamaian internasional menjadi teladan bagi seluruh prajurit TNI.
Semangat pengabdian almarhum diharapkan terus hidup dan menginspirasi generasi penerus, khususnya prajurit TNI, untuk senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme, loyalitas, dan cinta tanah air dalam setiap pelaksanaan tugas demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.








