Home / Investigasi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Pemerintah Aceh Dorong Pemulihan Infrastruktur Gayo Lues

Jakarta – Pemerintah Aceh terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Pusat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur di Kabupaten Gayo Lues serta daerah lain di Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau Dek Fadh, saat bersama Bupati Gayo Lues Suhaidi bertandang ke Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Dalam pertemuan itu, rombongan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues diterima sejumlah pejabat Kementerian PU. Mereka membahas sejumlah titik infrastruktur yang dinilai mendesak untuk segera ditangani secara permanen.

“Memperkuat sinergi sangat penting untuk mempercepat pergerakan pemulihan daerah yang terdampak bencana,” kata Dek Fadh.

Baca Juga |  Guru Ambil Cuti, Justru Dimutasi? Kemenag Bungkam

Ia mengatakan, pembangunan kembali infrastruktur menjadi bagian penting dalam memulihkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kami mengusulkan percepatan penanganan ini demi pemulihan konektivitas, pemerataan pembangunan, dan keselamatan masyarakat Gayo Lues. Infrastruktur yang tangguh merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap Kementerian PU dapat segera merespons usulan ini,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Gayo Lues Suhaidi menegaskan akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama pascabencana hidrometeorologi.

Baca Juga |  Taufik Ditunjuk Plt Sekda Aceh, Wagub Tekankan Integritas

“Penanganan darurat sudah berjalan secara bertahap. Namun, pembangunan permanen perlu segera dimulai agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak terus terhambat,” ujar Suhaidi.

Menurutnya, usulan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari dua kali kunjungan Wakil Presiden ke Gayo Lues. Dalam kunjungannya, Wakil Presiden telah melihat langsung kondisi infrastruktur yang terdampak bencana dan meminta pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan mendesak kepada Pemerintah Pusat.

Adapun sejumlah infrastruktur strategis yang diusulkan untuk dipercepat pembangunannya secara permanen meliputi Jembatan Aih Bobo dengan bentang 80 meter, Jembatan Kendawi 80 meter, Jembatan Rerebe di Tripe Jaya 180 meter, Jembatan Pintu Rime 180 meter, Jembatan Atu Peltak Penomon Jaya 80 meter, Jembatan Simpang Kenyaran–Aih Ilang 80 meter, serta Jembatan Lesten sepanjang 120 meter.

Baca Juga |  Dugaan Penyalahgunaan Jabatan di Pramuka Aceh Disorot, Aktivis Perempuan Minta Audit Anggaran Rp6 Miliar

Selain itu, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues juga mengusulkan pembangunan Jalan Lesten sepanjang 10,7 kilometer.

Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap dukungan Pemerintah Pusat terhadap sejumlah usulan tersebut dapat segera direalisasikan, sehingga pemulihan konektivitas dan aktivitas masyarakat pascabencana dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Aksi damai Aceh ricuh

Banda Aceh

Dua Personel TNI Cegah Bentrokan Meluas dengan Pendekatan Humanis
Isu pendemo meninggal dunia

Banda Aceh

Isu Pendemo Meninggal Saat Kericuhan Damai Aceh Terbantahkan
Aksi damai Aceh ke 21 ricuh

Banda Aceh

Mobil Rusak di Tengah Kericuhan Peringatan 21 Tahun Damai Aceh
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra

Ekonomi Bisnis

Direktur Utama SIG Pastikan Pasokan Semen di Aceh Kembali Normal
Cambuk

Banda Aceh

Dari Hotel Ayani ke Taman Sari: Jejak Kasus Pale, Dari Penangkapan, Penangguhan hingga Vonis Cambuk
Asisten I Setdakab Gayo Lues mengundurkan diri.

Gayo Lues

Pejabat Gayo Lues Mundur Setelah Anak Viral Pamer Kemewahan
Kantor Pertanahan Aceh Besar

Aceh Besar

Balik Nama Sertifikat Hasil Lelang Diduga Kilat, Korban Soroti Dugaan Kelalaian Administrasi Kantor Pertanahan Aceh Besar
Gedung KPKNL banda Aceh.

Banda Aceh

Aset Berpindah Kepemilikan, Korban Pertanyakan Mekanisme Lelang di KPKNL Banda Aceh