Home / Hukum & Kriminal

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:01 WIB

Penghimpunan Dana Ilegal, OJK Limpahkan Kasus Investree ke Jaksa

Penyerahan tersangka kasus Investree oleh OJK ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. (Foto: Dok/OJK)

Penyerahan tersangka kasus Investree oleh OJK ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. (Foto: Dok/OJK)

Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menuntaskan penyidikan perkara tindak pidana sektor jasa keuangan yang melibatkan dua pengurus PT Investree Radhika Jaya (IRJ), Pada Kamis (22/1/2026).

Penyidik OJK resmi menyerahkan dua tersangka berinisial AAG dan APP beserta barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, menandai masuknya perkara ke tahap penuntutan.

Penyerahan tersangka tersebut dilakukan setelah Jaksa Penuntut Umum menyatakan berkas perkara lengkap atau P-21. Kasus ini berkaitan dengan dugaan penghimpunan dana masyarakat tanpa izin resmi selama periode 2017–2023.

Dalam praktiknya, para tersangka diduga menawarkan imbal hasil tetap per bulan, sebuah skema yang berpotensi merugikan masyarakat sekaligus mengganggu integritas sistem jasa keuangan nasional.

Baca Juga |  Bea Cukai Catat 22 Ribu Penindakan Sepanjang 2025, Nilai Barang Rp6,8 Triliun

OJK menetapkan AAG dan APP sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran Pasal 237 huruf a Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Jasa Keuangan (UU P2SK). Ancaman hukuman dalam pasal tersebut mencakup pidana penjara minimal lima tahun dan maksimal 10 tahun, serta denda paling sedikit Rp1 miliar hingga Rp1 triliun.

Penegakan hukum ini, menurut OJK, merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap industri keuangan.

Dalam proses penyidikan, kedua tersangka sempat bersikap tidak kooperatif dan diketahui berada di Doha, Qatar. OJK kemudian berkoordinasi dengan Korwas PPNS Bareskrim Polri dan Divisi Hubungan Internasional Polri untuk menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dan Red Notice pada November 2024.

Baca Juga |  Operasi Terbesar, Tim Gabungan Hanguskan 69 Ton Ganja di Perbukitan Aceh

Langkah tersebut diperkuat dengan pengajuan permohonan ekstradisi melalui Kementerian Hukum dan Kementerian Luar Negeri, serta pencabutan paspor melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Melalui kerja sama lintas negara dengan mekanisme National Central Bureau (NCB) to NCB, serta dukungan KBRI di Qatar, kedua tersangka akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada 26 September 2025. Selanjutnya, keduanya dititipkan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri guna kepentingan proses hukum lebih lanjut hingga tahap pelimpahan ke kejaksaan.

Baca Juga |  Oknum Diduga Petugas WH Diamankan Bersama Pasangan Nonmuhrim

OJK menyampaikan apresiasi kepada Polri, Kejaksaan Agung, Kementerian Hukum, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Luar Negeri, serta PPATK atas sinergi dalam penyelesaian perkara ini. Menurut OJK, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci efektivitas penegakan hukum di sektor jasa keuangan yang semakin kompleks.

Ke depan, OJK menegaskan akan terus menjalankan penegakan hukum secara tegas, konsisten, dan berkelanjutan terhadap setiap pelanggaran di sektor jasa keuangan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi investor dan masyarakat.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

Kekerasan anak di daycare Banda Aceh

Hukum & Kriminal

Polisi Tetapkan Dua Tersangka dalam Kasus Kekerasan Anak di Daycare Banda Aceh
Pemusnahan ladang ganja di Aceh besar

Hukum & Kriminal

Polisi Temukan 20 Hektare Ganja di Lampanah Aceh Besar
Pemeriksaan tersangka kasus kekerasan anak.

Hukum & Kriminal

Satreskrim Ungkap Fakta Baru Kasus Penganiayaan Anak di Daycare Banda Aceh
Peredaran narkoba

Hukum & Kriminal

Melarikan Diri Ke Lereng, Seorang Pengedar Narkoba di Aceh Timur Meninggal Dunia
Ujaran Kebencian tiktok.

Hukum & Kriminal

Akun TikTok Diduga Sebar Ujaran Kebencian, Kasus Naik ke Penuntutan
Penadah motor curian

Hukum & Kriminal

Polresta Banda Aceh Tangkap 2 Pelaku Curanmor, 9 Motor Disita
BNPB musnahkan sabu.

Hukum & Kriminal

BNNP Aceh Musnahkan Sabu Hasil Pengungkapan di Bireuen
video asusila live TikTok

Hukum & Kriminal

Respons Cepat Siber Polda Aceh Tangani Video Live TikTok Bermuatan Asusila