Home / Ekonomi Bisnis

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:44 WIB

Tabungan Haji dan Bisnis Emas Dongkrak Kinerja BSI pada Triwulan I 2026

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo memaparkan kinerja Triwulan I 2026 dengan pertumbuhan tabungan dan bisnis emas. (Foto:Dok/BSI)

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo memaparkan kinerja Triwulan I 2026 dengan pertumbuhan tabungan dan bisnis emas. (Foto:Dok/BSI)

Jakarta — Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat kinerja positif pada Triwulan I 2026 dengan pertumbuhan tabungan tertinggi di industri perbankan nasional. Kinerja ini didorong oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan syariah, terutama Tabungan Haji dan bisnis emas.

Hingga Maret 2026, jumlah rekening Tabungan Haji BSI mencapai 7,25 juta, dengan sekitar 1,2 juta di antaranya berasal dari generasi milenial dan Gen-Z. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyebut Tabungan Haji menjadi penggerak utama pertumbuhan perusahaan.

Baca Juga |  BSI Perkuat Literasi dan Layanan Digital Inklusif

“Tabungan saat ini menjadi engine growth BSI termasuk dari Tabungan Haji,” ujar Anggoro.

BSI memperkuat layanan haji melalui inovasi digital, termasuk kemudahan pembukaan rekening lewat aplikasi BYOND by BSI. Antusiasme pendaftaran haji nasional meningkat dari 286,4 ribu pada 2023 menjadi 422,3 ribu pada 2025. Dari jumlah tersebut, 226,4 ribu mendaftar melalui BSI. Pangsa pasar pendaftaran haji BSI naik dari 49,5 persen menjadi 53,6 persen.

Baca Juga |  Bank Aceh Kembali Raih Predikat WTP Untuk Laporan Keuangan Tahun 2025

Pertumbuhan nasabah turut mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 18 persen menjadi Rp376,8 triliun. Dana murah (CASA) tumbuh 21,36 persen menjadi Rp236,2 triliun. Total aset BSI mencapai Rp460,1 triliun per Maret 2026, menempatkan BSI dalam lima besar bank nasional.

Di sisi lain, bisnis emas menjadi kontributor utama Fee Based Income (FBI). Direktur Finance and Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, menyatakan strategi dual licence memberi dampak signifikan.

Baca Juga |  Bea Cukai dan PT Rosin Sinergi Dukung Industri Ekspor Aceh

FBI Triwulan I 2026 mencapai Rp2,09 triliun, tumbuh 22,98 persen, dengan bisnis emas menyumbang Rp705 miliar atau naik 125 persen. Pembiayaan juga tumbuh 14,39 persen menjadi Rp329 triliun dengan NPF gross 1,8 persen.

BSI menegaskan komitmen mendukung program pemerintah seperti KUR, rumah subsidi, dan pembiayaan UMKM untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Marnia Kenalkan Kosmetik Lokal di Wisuda UUI

Ekonomi Bisnis

RUPSLB Solusi Bangun Indonesia Perkuat Manajemen dan Pasar Ekspor
Forum evaluasi program CSR Solusi Bangun Andalas

Aceh Besar

Solusi Bangun Andalas Perkuat CSR Lewat Aspirasi Warga
Digitalisasi Internet Banking Corporate (IBC) Bank Aceh di Bireun

Banda Aceh

Bank Aceh Perkuat Digitalisasi Keuangan Sekolah di Bireuen
Sinergitas antar lembaga da instansi

Banda Aceh

Bank Aceh Perkuat Sinergi dengan Polda Aceh
Perlindungan data nasabah BSI

Ekonomi Bisnis

BSI Raih Sertifikasi ISO 27701 untuk Lindungi Data Nasabah

Ekonomi Bisnis

Marnia Connect for Charity Digelar di Medan, Usung Bisnis Berbasis Kemanusiaan
Layanan bank bsi

Ekonomi Bisnis

BSI Siapkan Tabungan Bebas Admin untuk Masyarakat