Banda Aceh – Suasana hangat penuh harapan mewarnai Taman Bustanussalatin, Sabtu (11/4/2026), saat anak-anak penyintas kanker dari C4 Children Cancer Care Community Aceh berbaur bersama siswa TK dan SD dalam lomba mewarnai pada rangkaian Seulawah Dirgantara For Humanity.
Mengusung tema “Harmoni Pengabdian di Bumoe Seulawah untuk Indonesia”, kegiatan ini diikuti 130 siswa dari berbagai sekolah di Banda Aceh dan Aceh Besar. Kehadiran anak-anak penyintas kanker menghadirkan nuansa berbeda—bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang kolaborasi nilai kemanusiaan, empati, dan solidaritas sosial.
Setiap goresan warna menjadi medium ekspresi harapan dan imajinasi. Senyum mereka yang tengah berjuang melawan penyakit justru memancarkan energi optimisme, memberi pelajaran nyata tentang keteguhan dan daya juang sejak usia dini.
Ketua Yasarini Cabang Lanud Sultan Iskandar Muda, Keke Suryo Anggoro, menegaskan kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan dunia dirgantara, tetapi juga menghadirkan ruang kebahagiaan yang inklusif bagi anak-anak.
“Ini bukan sekadar lomba, tetapi platform untuk menanamkan semangat berbagi, kepedulian, dan cinta kedirgantaraan kepada generasi muda,” ujarnya.
Momentum ini sekaligus memperkuat pesan bahwa kolaborasi lintas komunitas mampu menciptakan dampak sosial yang nyata—membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berempati.
✨ Di Bumoe Seulawah, senyum mereka meukilat lagee fajar—kecil, namun cukup untuk menerangi harapan yang tak pernah padam.








