Home / Banda Aceh / Politik

Jumat, 19 September 2025 - 20:59 WIB

Tokoh Aceh Dorong Peran Pemuda Pasca-MoU Helsinki

Tokoh politik, akademisi, dan budayawan Aceh menghadiri Munas Muda Seudang II. (Foto:Dok/Ist).

Tokoh politik, akademisi, dan budayawan Aceh menghadiri Munas Muda Seudang II. (Foto:Dok/Ist).

Banda Aceh – Musyawarah Nasional (Munas) Muda Seudang II resmi digelar di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat (19/9/2025).

Forum ini menjadi ruang dialog generasi muda Aceh untuk membahas arah masa depan Aceh, khususnya dalam bidang politik, sosial, dan kebudayaan.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Sekretaris Jenderal Partai Aceh Tgk. H. Aiyub bin Abbas, akademisi sekaligus pengamat politik Juanda Djamal, MA, eks kombatan GAM Fauzan Azima, budayawan Reza Idria, HI., M.A., Ph.D., serta Prof. Dr. Nazarudin, M.Si.

Ketua Panitia Aswadi, SKM menegaskan bahwa Munas Muda Seudang adalah wadah penting bagi anak muda Aceh untuk berdiskusi, memperluas wawasan, dan mengambil langkah nyata menuju kemajuan politik.

Baca Juga |  FH USK Gelar Seminar Tentang Sistem Peradilan Pidana

“Kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang kontribusi. Terima kasih kepada Pemerintah Aceh, PEMA, Bank Aceh, dan seluruh pihak yang telah mendukung,” ujarnya.

Sekjen Partai Aceh, Tgk. H. Aiyub bin Abbas, menekankan peran strategis generasi muda pasca-MoU Helsinki.

“Harapan kita, setelah MoU Helsinki, Aceh bisa lebih maju. Dengan hadirnya kader-kader muda Muda Seudang yang berwawasan luas, kami siap mendampingi mereka. Ke depan, Muda Seudang dapat menjadi mitra penting dalam memperkuat Partai Aceh,” tegasnya.

Sementara itu, pengamat politik Juanda Djamal memaparkan pentingnya transformasi perilaku politik di Aceh. Menurutnya, MoU Helsinki membawa perubahan bukan hanya pada tata kelola pemerintahan, tetapi juga pada internalisasi ideologi pergerakan.

Baca Juga |  Samsat Batoh Layani Pajak, STNK hingga Balik Nama

“Transformasi perilaku politik, termasuk diplomasi, menjadi kunci agar Aceh mampu mengelola keistimewaan yang diberikan pusat,” jelasnya.

Budayawan Reza Idria menyoroti isu kebudayaan.

“Kalau kita melupakan budaya sendiri, maka Aceh akan kehilangan identitasnya. Kita butuh momentum internasional untuk memperkenalkan budaya Aceh ke dunia,” katanya.

Eks kombatan GAM, Fauzan Azima, menegaskan perubahan narasi perjuangan Aceh.

“Dulu perjuangan dilakukan dengan senjata, tetapi sekarang dengan gagasan. Namun, masih ada oknum yang menggunakan undang-undang untuk kepentingan pribadi. Anak muda harus cerdas menghadapi situasi ini,” tegasnya.

Baca Juga |  YABANI Fokus Pulihkan Pendidikan dan Kesehatan Anak Korban Banjir di Aceh

Sementara itu, Prof. Nazarudin menilai generasi muda Muda Seudang adalah masa depan Partai Aceh.

“Dulu Aceh mengalami konflik (meusehu), kini transformasi itu harus dimaknai dalam teori dan praksis. Generasi muda adalah sayap partai. Jika ingin melihat masa depan lebih baik, mereka harus didorong untuk mewujudkan cita-cita bersama,” ujarnya.

Munas Muda Seudang II diharapkan menjadi momentum penting bagi generasi muda Aceh untuk mengambil peran aktif, tidak hanya dalam politik, tetapi juga dalam penguatan budaya serta diplomasi Aceh di tingkat nasional maupun internasional.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Tim Patnal Kroscek Blok Hunian Lapas Banda Aceh
Sertijab Polresta Banda Aceh

Banda Aceh

Sertijab Polresta Banda Aceh, Mawardi Kini Jabat Kabag Ops
Riswati

Banda Aceh

Flower Aceh Dorong Implementasi RAD P3AKS di Aceh
Festival Literasi Aceh Tengah

Banda Aceh

Festival Literasi Aceh Tengah 2026 Resmi Dibuka di Takengon
Hari kesaktian Pancasila

Banda Aceh

Irdam IM Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Polda Aceh peringati hari kesaktian Pancasila

Banda Aceh

Kapolda Aceh Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Banda Aceh

Pratu Riski Febrian Juara 3 Fotografi Nasional HUT TNI
Talkshow Marnia the modern women

Banda Aceh

Talk Show Marnia Dorong Perempuan Aceh Jadi Cantik, Cerdas dan Berkarakter