Home / News

Senin, 24 November 2025 - 12:13 WIB

Nurmahni: MYRA Bukan Sekadar Lomba, Tapi Ekosistem Riset

Nurmahni Harahap saat pembukaan Grand Final MYRA 2025. (Foto:Dok)

Nurmahni Harahap saat pembukaan Grand Final MYRA 2025. (Foto:Dok)

Banda Aceh — Kompetisi Madrasah Young Researchers Aceh (MYRA) 2025 resmi mencapai puncaknya melalui Grand Final dan Expo Penelitian yang digelar di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh, Banda Aceh, pada 24 November 2025.

Ajang riset antar madrasah ini diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag Aceh bekerja sama dengan PW PGM Indonesia Provinsi Aceh, dan dibuka langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si.

MYRA 2025 menjadi ruang strategis bagi pelajar madrasah untuk mengembangkan kreativitas, memperkuat kompetensi ilmiah, serta membentuk karakter peneliti muda yang jujur, kritis, moderat, dan solutif. Nilai-nilai tersebut dinilai semakin penting di tengah tantangan global dan derasnya arus informasi digital.

Baca Juga |  Bea Cukai Aceh Wujudkan Pelayanan Cepat, Mudah, dan Transparan

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh, H. Khairul Azhar, S.Ag., M.Si, menyebut Grand Final MYRA sebagai puncak dari proses panjang pembinaan riset di lingkungan madrasah.

“Grand Final MYRA 2025 menampilkan hasil penelitian terbaik dari finalis tingkat MTs dan MA se-Aceh. Ini menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan peneliti muda yang berpikir ilmiah dan solutif,” ujarnya.

Baca Juga |  Pelajar Madrasah Aceh Borong Prestasi MYRA 2025: Acer Apresiasi Peneliti Muda Terbaik

Para finalis MYRA 2025 berasal dari berbagai kabupaten/kota di Aceh, seperti Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Tengah, Bener Meriah, Banda Aceh, Aceh Barat, Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Timur, Pidie, Sabang, hingga Lhokseumawe. Keberagaman wilayah ini mencerminkan pemerataan semangat riset di kalangan pelajar madrasah Aceh.

Ketua Panitia MYRA 2025, Nurmahni Harahap, M.Pd, menegaskan bahwa MYRA bukan sekadar ajang lomba, melainkan bagian dari pembangunan ekosistem riset madrasah yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan, rangkaian MYRA 2025 telah berlangsung sejak Juli hingga November, dimulai dari sosialisasi, pendaftaran, bimbingan teknis, pengunggahan proposal, hingga seleksi administrasi dan substansi secara ketat.

Baca Juga |  Bencana Ekologi Aceh Disorot Dunia, GAM Dorong Peran PBB

“Kami ingin peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi benar-benar memahami proses riset yang utuh—mulai dari merumuskan masalah, mengolah data, hingga mempresentasikan temuan secara ilmiah dan bertanggung jawab,” tegas Nurmahni.

Melalui Grand Final dan Expo Penelitian MYRA 2025, Kanwil Kemenag Aceh berharap lahir generasi pelajar madrasah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas, berpikir kritis, dan berani menawarkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

News

Kapolda Aceh Tekankan Pelayanan Humanis Saat Kunker ke Aceh Tenggara
Suasana ricuh di sekitar Kantor Gubernur Aceh Rabu sore

News

Demo Tolak Pergub JKA Berujung Ricuh, Aparat Bubarkan Massa
Yulindawati, aktivis kebijakan publik

News

Yulindawati Kritik Pergub JKA, Minta Kepastian Perlindungan Rakyat
Keterangan pers juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Efendi terkait Pergub JKA

News

Jubir Nurlis Sebut Mahasiswa Tolak Dialog Soal Pergub JKA
Kunjungan Duta Besar Australia Rod Brazier ke permampu medan

News

Dubes Australia Apresiasi PERMAMPU-PESADA
Wagub Aceh Tinjau infrastruktur Aceh Tamiang

Daerah

Wagub Aceh Pantau Kondisi Infrastruktur dan PDAM di Aceh Tamiang
Audiensi Sengketa bumi flora

Daerah

Polda Aceh Mediasi Sengketa HGU PT Bumi Flora
Masa aksi demo JKA di kantor gubernur aceh

News

Demo Pergub Nomor 2 JKA Berlanjut Hingga Malam, Polisi Kawal Ketat Lokasi