Aceh Tengah — Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, pada Jumat (8/5/2026), memicu terjadinya tanah longsor di ruas jalan Desa Genting Gerbang. Material longsor sempat menutup akses utama dan menyebabkan jalur transportasi warga lumpuh sementara.
Berdasarkan informasi dari Babinsa Koramil 08/Silih Nara Kodim 0106/Aceh Tengah, Nopri Ifindi, hujan deras mulai turun sejak sore hari. Kondisi tanah yang sebelumnya labil akibat dampak bencana hidrometeorologi tidak mampu menahan debit air, sehingga terjadi longsor di lokasi tersebut.
Material tanah menutupi badan jalan sepanjang sekitar 50 meter dengan ketebalan mencapai 40 sentimeter. Selain itu, luapan air dari anak sungai di sekitar lokasi turut menggenangi ruas jalan, sehingga akses penghubung Desa Genting Gerbang menuju Pepayungen Angkup sempat tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Menindaklanjuti kejadian itu, Babinsa segera melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan aparatur desa serta instansi terkait. Upaya percepatan penanganan dilakukan dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah dan pihak swasta untuk mendatangkan alat berat.
Sekitar pukul 19.30 WIB, satu unit grader milik PT Hadi Karya tiba di lokasi dan langsung melakukan pembersihan material longsor. Tidak lama kemudian, satu unit loader milik BPBD Aceh Tengah turut membantu proses penanganan.
Berkat kerja sama lintas sektor, pembersihan selesai sekitar pukul 20.00 WIB. Jalur Desa Genting Gerbang menuju Pepayungen Angkup kembali dapat dilalui secara normal. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Meski akses telah pulih, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat kondisi tanah masih labil dan curah hujan berpotensi meningkat.








