Home / Ekonomi Bisnis

Sabtu, 22 November 2025 - 13:08 WIB

Ilham Habibie: Aceh Harus Siap Tembus Pasar Halal Global

Ilham Akbar Habibie dan Dr. Marco Tiema di Seminar Muzakarah Saudagar Aceh 2025 di Balai Meuseuraya, Banda Aceh. (Foto:Dok/Arsip)

Ilham Akbar Habibie dan Dr. Marco Tiema di Seminar Muzakarah Saudagar Aceh 2025 di Balai Meuseuraya, Banda Aceh. (Foto:Dok/Arsip)

Banda Aceh — Seminar Internasional Muzakarah Saudagar Aceh kembali digelar di Balai Meuseuraya, Banda Aceh, Sabtu (22/11/2025).

Forum bisnis lintas negara ini mempertemukan sejumlah tokoh strategis, termasuk Ilham Akbar Habibie, Dr. Marco Tiema (CEO LBB Internasional & Co-Founder/CEO HSC Alliance), anggota dewan, akademisi, praktisi, hingga para pelaku usaha dari berbagai sektor.

Gelaran tahun ini menjadi momentum penting bagi Aceh untuk memperkuat jejaring ekonomi internasional sekaligus membangun posisi sebagai salah satu pusat industri halal Indonesia.

Dalam pemaparannya, Ilham Akbar Habibie menekankan bahwa Aceh harus mulai mengambil langkah strategis yang lebih terukur dalam membangun sektor ekonomi, terutama industri halal.

Baca Juga |  Korban Tewas Bencana Sumatera Tembus 1.006 Orang, Ratusan Ribu Mengungsi

“Kita ingin mengembangkan bisnis halal, tapi kualitas halalnya harus dipastikan terlebih dahulu. Baru saja kami menandatangani MoU dengan perusahaan Malaysia, ini momentum penting untuk memperkuat standar,” ujarnya.

Ilham juga menyoroti persoalan pasokan (supply) yang menurutnya masih menjadi hambatan utama produk halal Indonesia untuk menembus pasar internasional.

“Indonesia perlu memperluas kerja sama dengan Malaysia, Singapura, dan negara lain. Ke depan, Aceh juga harus siap melakukan ekspor,” katanya.

Sebagai representasi International Muslim Business Community (ISMI), Ilham juga menegaskan pentingnya pengembangan usaha menengah sebagai tulang punggung ekspor nasional.

Baca Juga |  Bank Aceh Kembali Raih Predikat WTP Untuk Laporan Keuangan Tahun 2025

“Bukan berarti usaha mikro tidak dilihat, tapi jumlahnya sangat besar sehingga perlu pendampingan berkelanjutan. ISMI sudah bekerja sama dengan ICC di Paris, dan mereka akan datang ke Indonesia melatih UMKM kita agar siap ekspor,” jelasnya.

Langkah ini disebut menjadi program lanjutan ISMI untuk menguatkan kualitas dan daya saing produk halal Indonesia.

Sementara itu, Dr. Marco Tiema menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menguasai pasar ekspor produk halal global.

“Indonesia punya kapasitas besar mengekspor makanan halal, kosmetik, dan produk turunannya. Sekarang adalah momentum terbaik untuk mengambil posisi strategis dalam industri halal dunia,” ujar Marco.

Baca Juga |  BI Aceh Siapkan Rp4 Triliun Uang Tunai Jelang Ramadan 2026

Ia melihat bahwa percepatan kolaborasi lintas negara akan menjadi kunci dalam penetrasi pasar global ke depan.

Dengan keterlibatan berbagai pihak internasional dan dorongan kuat untuk meningkatkan kualitas serta kapasitas ekspor, seminar ini menjadi ruang strategis bagi Aceh untuk memperkuat perannya sebagai pintu gerbang ekonomi halal Indonesia.

Kolaborasi regional yang terus berkembang diharapkan dapat mempercepat lahirnya produk halal Aceh yang kompetitif dan memiliki nilai jual tinggi di pasar global.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

Penetapan Komisaris BSI

Ekonomi Bisnis

BSI Tunjuk Cholil Nafis dan Sigit Pramono Jadi Komisaris
Mou Taspen dan Bank Aceh

Ekonomi Bisnis

Bank Aceh–Taspen Perkuat Layanan Pensiun
RUPST BSI 2025

Ekonomi Bisnis

Kinerja 2025 Kuat, BSI Tingkatkan Dividen Jadi Rp32,81 per Saham
UMKM Mutiara Kasab Aceh Barat

Ekonomi Bisnis

UMKM Mutiara Kasab Aceh Barat Siap Tampil di Persit Bisa 2026
JRG ajukan kasasi ke Mahkamah Agung usai dipailitkan.

Ekonomi Bisnis

PT JRG Ajukan Kasasi, Soroti Dugaan Dokumen Fiktif di Perkara Pailit
Produksi semen SBI melonjak.

Ekonomi Bisnis

Kinerja Melonjak! SBI Raup Laba Rp101,89 Miliar di Awal 2026
Ema Mutiara Deka. Perajin kasab.

Ekonomi Bisnis

Kisah Ema Mutiara Deka, Perajin Kasab Aceh yang Gerakkan Ekonomi Desa
Layanan digital bsi

Ekonomi Bisnis

BSI Perkuat Literasi dan Layanan Digital Inklusif