Jakarta — Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 resmi menetapkan Muhammad Cholil Nafis sebagai Komisaris Independen dan Sigit Pramono sebagai Komisaris perseroan, Rabu (5/5/2026).
Keputusan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat tata kelola perusahaan atau good corporate governance (GCG), sekaligus mendorong akselerasi pertumbuhan sektor perbankan syariah nasional. Penetapan keduanya akan efektif setelah dinyatakan lulus uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Muhammad Cholil Nafis saat ini dikenal sebagai Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia, sedangkan Sigit Pramono menjabat sebagai Rektor Institut Agama Islam SEBI. Keduanya dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas yang relevan dalam mendukung penguatan fungsi pengawasan serta arah strategis bisnis BSI ke depan.
Dalam RUPST tersebut, BSI juga menetapkan susunan terbaru Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah. Posisi Komisaris Utama tetap dijabat Muhadjir Effendy, sementara jabatan Direktur Utama dipegang Anggoro Eko Cahyo.
Manajemen BSI menyebut perubahan struktur kepengurusan ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan perusahaan untuk menjaga pertumbuhan yang sehat, inklusif, dan berbasis prinsip syariah.
Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI terus memperkuat posisi bisnis melalui penguatan tata kelola, digitalisasi layanan, serta pengembangan ekosistem ekonomi syariah nasional.
Langkah restrukturisasi kepengurusan ini juga dinilai menjadi sinyal kuat bahwa perseroan tengah mempercepat penguatan organisasi guna menghadapi tantangan industri keuangan syariah yang semakin kompetitif.








