Banda Aceh — Soliditas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh dinilai menjadi faktor kunci dalam mendorong percepatan pemulihan serta pembangunan lintas sektor di daerah. Sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan aparat keamanan disebut mampu menjaga stabilitas sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik secara menyeluruh.
Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, menegaskan bahwa kekompakan Forkopimda merupakan aset strategis dalam menghadapi dinamika pembangunan di Aceh.
Menurutnya, kolaborasi erat antar unsur pimpinan daerah menjadi fondasi penting dalam memastikan implementasi program pemerintah, baik pusat maupun daerah, berjalan efektif, terarah, dan berkelanjutan.
“Forkopimda Aceh harus terus solid. Kekompakan ini perlu dijaga dan diperkuat, karena pemulihan dan pembangunan Aceh hanya dapat terwujud melalui kebersamaan seluruh unsur,” ujar Marzuki usai pelepasan jemaah calon haji kloter 1 Embarkasi Banda Aceh di Aula Jeddah, (Selasa, 05/05/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Ketua DPRA Zulfadli, serta Sekda Aceh M. Nasir. Kehadiran para pimpinan daerah ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan mendorong akselerasi pembangunan.
Marzuki menambahkan, sinergi yang telah terbangun sejauh ini memberikan dampak positif terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kondisi yang kondusif dinilai menjadi prasyarat utama bagi percepatan pembangunan dan realisasi program strategis daerah.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga dianggap krusial dalam memastikan kebijakan yang diambil mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat sasaran. Dengan komunikasi intensif dan koordinasi yang solid, setiap tantangan dapat dikelola secara kolektif.
Ia menegaskan, kekompakan Forkopimda tidak boleh bersifat situasional, melainkan harus menjadi budaya kerja berkelanjutan guna menjaga konsistensi arah kebijakan dan keberlanjutan pembangunan.








