Home / Ekonomi Bisnis / Pemerintah Aceh

Rabu, 14 Mei 2025 - 15:51 WIB

Wagub Aceh Dorong Pengendalian Inflasi dan Percepatan Digitalisasi Daerah

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, didampingi Plt. Sekda Aceh, M. Nasir S.IP, MPA, membuka High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Aceh.(Foto:Dok/Humas.Aceh)

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, didampingi Plt. Sekda Aceh, M. Nasir S.IP, MPA, membuka High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Aceh.(Foto:Dok/Humas.Aceh)

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengendalikan inflasi dan mempercepat digitalisasi pendapatan daerah. Hal itu disampaikan saat membuka High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Aceh di ruang Serbaguna Setda Aceh, Rabu (14/5/2025).

“Pertemuan ini mencerminkan komitmen kita bersama menghadapi dua isu krusial, yaitu pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi. Inflasi bukan sekadar persoalan ekonomi, tapi menyangkut kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan,” ujar Fadhlullah yang akrab disapa Dek Fadh.

Baca Juga |  Tarmizi Ditunjuk sebagai Plt Kasat Pol PP dan WH Aceh

Ia menekankan, stabilitas harga harus dijaga melalui ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, serta komunikasi efektif dengan masyarakat. Meski inflasi Aceh saat ini terkendali sesuai target nasional, tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga gejolak harga pangan dan energi global.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga menyoroti pentingnya transformasi digital. “Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Sistem pembayaran dan tata kelola berbasis digital akan meningkatkan transparansi, efisiensi, serta memperkuat kemandirian fiskal daerah,” tegasnya.

Baca Juga |  PB Inshafuddin Gelar Raker, Wagub Tekankan Sinergi Ulama–Umara

Ia mendorong kepala daerah memberi perhatian khusus pada perangkat daerah yang menangani urusan pendapatan agar mampu memimpin transformasi digital secara menyeluruh.

Sebagai arah kebijakan ke depan, Wagub menekankan beberapa poin strategis, yakni:

  • Memperkuat basis data Neraca Pangan Aceh sebagai dasar kebijakan pengendalian inflasi.
  • Mengoptimalkan program SIGANTANG (Stabilisasi Harga melalui Ketahanan Pangan yang Inklusif).
  • Memberi peran strategis kepada BUMD dalam distribusi pangan antarwilayah.
  • Mempercepat digitalisasi sistem pembayaran daerah dengan dukungan teknologi yang aman.
  • Meningkatkan kapasitas SDM dan kelembagaan perangkat daerah agar lebih inovatif.
Baca Juga |  Polri Luncurkan SiPenmas: Sistem Digital Penguat Kepercayaan Publik

“Kita harus menjaga kolaborasi, inovasi, dan integritas demi menjawab harapan masyarakat. Saya optimis pertemuan ini akan melahirkan komitmen konkret memperkuat daya tahan ekonomi Aceh,” pungkasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Agus Chusaini, turut menegaskan bahwa pengendalian inflasi bertujuan menjaga stabilitas harga, terutama bahan pokok, sedangkan digitalisasi menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

Pelantikan Pejabat baru pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh

M Nasir Lantik Administrator dan Pengawas, Fokus Percepatan Program
Penetapan Komisaris BSI

Ekonomi Bisnis

BSI Tunjuk Cholil Nafis dan Sigit Pramono Jadi Komisaris
Mou Taspen dan Bank Aceh

Ekonomi Bisnis

Bank Aceh–Taspen Perkuat Layanan Pensiun
RUPST BSI 2025

Ekonomi Bisnis

Kinerja 2025 Kuat, BSI Tingkatkan Dividen Jadi Rp32,81 per Saham
Soliditas Forkompinda

Pemerintah Aceh

Soliditas Forkopimda Aceh Dorong Pemulihan Lebih Cepat
UMKM Mutiara Kasab Aceh Barat

Ekonomi Bisnis

UMKM Mutiara Kasab Aceh Barat Siap Tampil di Persit Bisa 2026
JRG ajukan kasasi ke Mahkamah Agung usai dipailitkan.

Ekonomi Bisnis

PT JRG Ajukan Kasasi, Soroti Dugaan Dokumen Fiktif di Perkara Pailit
Produksi semen SBI melonjak.

Ekonomi Bisnis

Kinerja Melonjak! SBI Raup Laba Rp101,89 Miliar di Awal 2026